Custom Search

 

Aku bekerja di pelabuhan Biringkassi sebagai kuli pelabuhan. Aku dan kawan kawan sesama kuli punya tugas utama yaitu mengangkat dan menyusun semen bag di dalam palka kapal,
"Susunan harus rapi dan jangan ada yang pecah..!" demikian seruan sehari hari dari mulut pak mandor dan itu mutlak harus diterapkan.

Profesi seperti yang saya tekuni selama ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga bagi sebahagian besar manusia di muka bumi ini. Mereka akan segera dapat menebak bahwa bekerja sebagai kuli pelabuhan adalah pekarjaan berat dan kasar tapi bergaji kecil. Lantas berkecil hatikah saya dengan anggapan seperti ini ?. Jujur, pendapat mereka itu ada benarnya akan tetapi itu tidak serta merta membuatku terpuruk dan merintih menyesali hidup. Aku sampai hari ini masih tetap tegar, aku masih berdiri kokoh diatas kakiku sendiri berjuang menghadapi tantangan hidup yang memang berat itu. Bagiku hidup ini adalah perjuangan, aku tidak boleh menyerah begitu saja,apalagi harus hidup dibawah belas kasihan orang lain dengan cara meminta minta.

Ketahuilah kawan, aku juga adalah orang nomor satu..,paling tidak dirumahku sendiri yang dikagumi oleh anak istriku yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan finansial mereka, di pundakku mereka menggantungkan harapan untuk bisa tetap bertahan hidup dan anak anakku tetap bisa bersekolah.Bagiku kebutuhan keluarga harus terpenuhi meski harus bekerja keras...Senyum manis dan tawa anak istriku yang selalu menyambutku setiap pulang kerja adalah obat paling mujarab memulihkan penatku.

Disisi lain Aku bangga dan sangat bersyukur sebab oleh Tuhanku aku diberi kesehatan yang baik, tubuhku senantiasa terasa dalam kondisi prima sehingga didalam menjalankan tugas sehari hari kulalui tanpa ada masalah.Bukankah kesehatan itu lebih berharga dari segalanya..?. Apalah artinya uang melimpah jika makanan saja harus serba diatur dan Oleh dokter kita tidak boleh lagi menyantap makanan kesukaan kita.

Hari ini meski masih terlalu pagi dengan sepeda tuaku aku mengayuh menerobos hujan dan dinginnya udara pagi guna menempuh perjalanan jauh dari rumahku menuju pelabuhan Biringkassi.Alhamdulillah menjelang masuk area pelabuhan hujan mulai reda.Dan seperti biasanya, hari ini akulah 'kuli' pertama yang tiba di pelabuhan Biringkassi tempatku mendapatkan uang untuk manafkahi keluargaku.

(Bincang bincang dengan seorang kuli dalam bahasa Bugis)

Ibe

 




Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!
Sonic Run: Internet Search Engine
| PRIVACY |
F A Q |


free website counter